Di industri biodiesel, gliserol sebagai produk sampingan, berlimpah
jumlahnya. Penambahan gliserol pada formula CDS ternyata dapat meningkatkan kinerja formula menjadi semakin baik, ditunjukkan dari semakin rendahnya nilai Evaporation Rate (ER) dan Dustiness Index (DI). Pemanfaatan gliserol sebagai komponen CDS dapat meningkatkan nilai ekonomi gliserol, sekaligus terbukti meningkatkan kinerja CDS dalam menanggulangi pencemaran lingkungan di industri batubara dan semen.

Read More

MFC adalah sistem bioelektrokimia yang mampu menghasilkan arus listrik dengan memanfaatkan interaksi bakteri yang ditemukan di alam, dalam hal ini di sedimen sisa pangan tambak udang. Hasil uji coba menunjukkan bahwa kandungan bahan organik sedimen akan menurun setelah 40 hari dan arus listrik dari proses MFC akan mencapai puncak produksi pada hari ke‐24, yaitu sebesar ~161,99 mA/m2 dan tegangan sebesar ~0,39 V. Inovasi ini mampu memberi nilai tambah untuk mengatasi limbah sedimen tambak udang.

Read More

Penggunaan Crude Palm Oil (CPO) dalam negeri Indonesia sekitar 25% dari total produksi sebesar 20 juta ton/tahun. Limbah minyak tersebut berpotensi untuk diproses secara esterifikasi insitu dan transesterifikasi in‐situ menghasilkan energi alternatif biodiesel dengan yield 55‐96%. Teknologi tersebut mampu maningkatkan nilai tambah industri dan mengurangi kerusakan lingkungan, bahkan bahan baku biodiesel yang selama ini berasal dari tanaman pangan dapat tergantikan.

Read More

Untuk menghasilkan biofuel dari mikroalga secara optimal diperlukan reaktor untuk melakukan kultivasi mikroalga. Oleh karena itu dibuatlah Fotobioreaktor ISACs (Intergrated System for Algae Cultivations), yaitu sistem reaktor tertutup yang efisien. ISACs dikembangkan dengan sistem terintegrasi menggunakanmikrokomputer sebagai sistem kontrol yang mengendalikan secara simultan sistem aerasi, sistem aliran air, temperatur air, kadar CO , nutrien, 2 dan penetrasi cahaya ke dalam reaktor.

Read More

Tanaman Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) merupakan salah satu opsi selain jarak dan sawit. Tantangan penggunaan minyak nyamplung sebagai pengganti solar pada mesin diesel adalah karena lebih kental sehingga pembakaran tidak optimal. Guna mensiasati kelemahan ini, sebuah konverter dikembangkan dengan menambah satu tangki BBN, memodifikasi saluran gas buang dan katup bahan bakar. Setelah viskositas BBN mendekati viskositas solar, maka solarpun diganti minyak nyamplung dengan mengatur katup.

Read More

Untuk meningkatkan nilai tambah CPO, diperlukan teknologi untuk diversifikasi produk, diantaranya adalah metil ester atau biodiesel dan surfaktan. Teknologi fraksinasi yang dikembangkan menghasilkan proses distilasi CPO yang mampu memisahkan metil ester C dominan ( metil palmitat ) dan 16 metil ester C ( metil oleat ). Metil palmiat adalah bahan baku surfaktan 18:1 sedangkan metil oleat adalah bahan baku biodiesel berkualitas yang tahan terhadap dingin.

Read More

Biodigester merupakan salah satu solusi dalam menghadapi krisis energi di Indonesia. Biodigester portabel ini juga kuat, aman dan tahan tekanan gas yang tinggi. Rancang bangun biodigester dibuat dari plastik yang terdiri dari komponen saluran masukan, pipa pengeluaran gas, kuping untuk pengembang di saluran inlet dan outlet dan kuping pengembang di badan digester. Dengan biodigester ini, pengguna dapat dengan mudah mengaplikasikan teknologi biogas tanpa mengeluarkan biaya tinggi.

Read More

Pengempaan bertekanan tinggi menggunakan mesin pelet akan mengolah pelepah sawit menjadi “biopelet”, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar rumah tangga maupun untuk pembangkitan listrik. Nilai kalori “biopelet” yang dihasilkan adalah 3.650 kkal/kg, setara dengan cangkang sawit (3.647 kkal/kg), lebih baik dari kayu bakar (3.500 kkal/kg) dan jauh lebih baik dibandingkan nilai kalori tandan kosong kelapa sawit (1.512 kkal/kg).

Read More

Surfaktan adalah bahan baku yang sangat penting pada proses eksploitasi minyak bumi. Surfaktan digunakan dalam jumlah sangat besar untuk meningkatkan hasil eksploitasi minyak bumi dari tanah (Oil Recovery). Teknologi sulfonasi Metil Ester dari minyak bumi menggunakan reaktan gas SO , H SO , atau NaHSO 3 2 4 3 kemudian dilanjutkan dengan proses pemurnian akan menghasilkan surfaktan MES. Sumber surfaktan baru dari sumber alami yang dapat diperbaharui menjanjikan proses ‘oil recovery’ lebih lanjut.

Read More

Minyak jarak dan minyak sawit dapat dimanfaatkan sebagai pelumas dasar untuk rolling oil karena memiliki kesamaan karakter dengan rolling oil komersial hasil impor/lisensi. Rolling Oil dari minyak jarak dan minyak sawit memiliki kinerja yang lebih baik karena memiliki kemampuan melumas yang stabil pada suhu tinggi dan membentuk emulsi dengan dengan melakukan tahapan proses pemurnian dan penambahan bahan aditif yang sama , kedua bahan baku ini dapat dijadikan minyak pelumas.

Read More