Tanaman di alam bekerjasama dengan rizobakteri di permukaan tanah (rizosfer). Isolat Rhizobacteria Pseudomonas sp terbukti bisa digunakan sebagai agen hayati untuk mengendalikan penyakit akar yang disebabkan cendawan Sclerotium rolfsii, Fusarium oxysporum, dan Rhizoctonia solani. Aplikasinya melalui seed coating pada biji‐biji tanaman sebelum di tanam, sederhana, mudah dilakukan. Penggunaan agen hayati alami, tentu lebih aman dibandingkan penggunaan bahan kimia pembasmi hama.

Read More

Mi instan umumnya berbahan terigu dan diminati karena praktis dan ekonomis. Mi glosor merupakan mi berbahan dasar sagu aren yang banyak di konsumsi oleh penduduk di daerah sekitar kota Bogor, Sukabumi, dan Cianjur. Mi ini juga di kenal dengan sebutan mi gleuseur, mi leor atau mi sruput. Dengan teknik pengeringan serta perpaduan tepung sagu dan labu dapat dihasilkan mi glosor instan yang kaya provitamin A (beta karoten) dan aman bagi penderita diabetes karena rendah glikemik.

Read More

Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan jumlah produksi ikan mas tumbuh sebesar 31% di tahun 2014. Inovasi ini telah menghasilkan generasi pertama (F1) yang tumbuh cepat menggunakan teknologi transgenesis dan tahan terhadap KHV. Persilangan lebih lanjut dilakukan untuk menghasilkan ikan yang homozigot untuk memperoleh induk ikan mas yang dapat menghasilkan keturunan semua transgenik. Ikan transgenik keturunan kedua yang memiliki kedua karakter tersebut telah berhasil diperoleh .

Read More

Keju merupakan sumber protein dan kalsium yang digemari. Inovasi pada produk keju lunak ini dilakukan dengan mengganti lemak susu dengan minyak jagung atau minyak bekatul dalam susu sapi skim. Kandungan asam lemak linoleatnya 41,5% dan linoleatnya 3,9% cukup tinggi, dan memiliki fungsi yang baik untuk menurunkan total kolesterol dalam darah. Proses pembuatannya menggunakan starter Streptococcus lactis sp., Bifidobacteria longum, dan rennet dari Marschall kapang Mucor meihei.

Read More

Mikroalga Spirulina merupakan biota perairan yang kaya zat gizi seperti protein, asam lemak tak jenuh, beta‐karoten,vitamin serta mengandung biopigmen yang dapat dijadikan sebagai pewarna alami. Selama ini Spirulina hanya dijadikan produk suplemen kesehatan. Padahal Spirulina dapat dikembangkan sebagai biskuit, makanan yang digemari masyarakat luas.
Biskuit Spirulina berwarna hijau alami, berkadar protein tinggi, kaya gizi dan aktivitas antioksidan.

Read More

Pisang mentah mengandung banyak pati sehingga berpotensi diolah menjadi tepung. Modifikasi pada pembuatan tepung pisang meningkatkan pati resistennya menjadi 25‐26% dan lebih tahan proses pengolahan. Tepung pisang kemudian dapat dikembangkan menjadi produk pangan sarapan berbentuk flakes yang mengandung pati resisten sebesar 14,37%. Nilai indeks glikemiknya dikategorikan sedang sehingga dapat menyuplai kebutuhan glukosa bagi tubuh relatif lebih lama.

Read More

Cincau hijau memiliki khasiat kesehatan karena mengandung antioksidan dan serat pangan. Tanpa pemanasanmengakibatkan tingginya cemaran mikrobiologis sehingga produk cepat rusak. Pasteurisasi hingga suhu 95 C pada gel cincau yang dimodifikasi formulanya menghasilkan produk yang aman dikonsumsi. Formulasi baru menjaga mutu dan keamanan produk akibat kerusakan mikrobiologis, juga meminimalkan kerusakan gel dan khasiat produk. Penggunaan kemasan plastik pun membuat produk praktis dan tahan lama.

Read More

Susu pasteurisasi sangat rentan rusak bila tidak ditangani secara benar. Sebuah indikator cerdas ERPA dibuat dari bahan ramah lingkungan. Indikator ini memiliki sensitivitas terhadap perubahan suhu dan berubah warna sejalan dengan waktu. Konsumen hanya perlu melihat warna pada indikator untuk mengetahui kualitas produk. Indikator ini dapat membantu menjaga keamanan dan kepuasan konsumen.

Read More

Selama ini Bungkil Inti Sawit (BIS), kurang dimanfaatkan keberadaannya. Inovasi proses pengolahan BIS dengan proses mekanik dan kimia menghasilkan dua produk sekaligus. Proses ini menghasilkan konsentrat protein dan senyawa karbohidrat mannan. Produk yang pertama memiliki kandungan hingga 44% menyerupai bungkil kedelai, dapat dijadikan alternatif bungkil kedelai. Sedangkan produk kedua bersifat menghambat pertumbuhan bakteri patogen, sehingga dapat digunakan sebagai antibiotik alternatif.

Read More

Herbisida mempunyai fungsi memberantas gulma pengganggu tanaman produksi. Akil poliglikosida (APG) adalah kelas surfaktan non ionik ramah lingkungan, bahkan dipatenkan memiliki kualitas cocok untuk makanan. Inovasi APG ini di sintesis dari fatty alkohol minyak kelapa atau inti sawit dan pati sagu yang mudah didapatkan. APG ini memiliki pH 7 , dan ketika di formulasikan dengan herbisida, mampu menurunkan tegangan permukaan sebesar 50 %, menjadikan herbisida lebih efektif.

Read More